Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Logika Dan Algoritma


Ada dua pemahaman tentang algoritma & logika


PEMAHAMAN 1

Algoritma adalah pembatasan yang terarah secara logis untuk suatu pengambilan langkah/keputusan. Sedangkan logika adalah aturan dalam penelusuran struktur hirarki.

Pada level ini, logika dapat merupakan komponen dari algoritma. Komponen logis yang diarahkan untuk memperoleh suatu pengambilan langkah/keputusan.

Contoh logika & algoritma:

  • Logika: "Decision Tree"
  • Algoritma: fungsi if-then (jika-maka)

Fungsi jika f(x) maka f(y) | Fungsi Cek Bensin: jika fungsi cek bensin = 0, maka fungsi alarm => dinyalakan

PEMAHAMAN 2

Namun pada tahap kemendasaran, sebenarnya, logika itu adalah salah-satu dari pemrograman (algoritma).

Maksudnya, logika bukan lagi sekedar aturan atau pengetahuan atau pemahaman, melainkan salah-satu dari algoritma itu sendiri

Hubungan antara logika dengan algoritma pada level ini seperti:

Contoh:

  • algoritma "face recognition" (untuk deteksi wajah)
  • algoritma "machine learning" (untuk meniru cara berpikir manusia)
  • algoritma classical logic (untuk menghindarkan fallacy dalam penalaran)
  • algoritma "modern logic" (untuk menghindarkan fallacy dalam penalaran dengan mengkonversi proposisi terlebih dahulu ke dalam simbol)
  • algoritma "cognitive" pada IBM WATSON (untuk menganalisa bahasa dan keterkaitannya secara benar).

Contoh lain lagi:

  • Dialektika hegel = algoritma pemrograman dialektika
  • Logika predikat = algoritma pemrograman predikat
  • Logika klasik = algoritma pemrograman klasik.
  • Bahkan, perenungan = algoritma perenungan.

Secara singkat, logika secara sangat mendasar adalah salah satu dari nama algoritma pemrograman. Mengapa? Karena segala yang ada di dunia adalah merupakan fungsi

Bagi yang mengatakan, logika adalah aturan yang dapat difungsikan ke arah ini dan itu. Sebenarnya sama saja dengan menegaskan = ini adalah fungsi memahami yang dapat difungsikan lebih lanjut.

Ketika kita sedang memahami logika, atau sekedar melihat, atau menelusuri premis, maka itu sudah merupakan fungsi dari suatu algoritma.

Bahkan ketika kita berdiam diri tidak berpikir. Inilah adalah algoritma dengan fungsi "sedang berdiam"

Axioma-nya: sesuatu hal adalah sesuatu fungsi tertentu

Jadi apakah algoritma = logika? Agoritma bagian dari logika? Atau, logika bagian dari algoritma?

Logika bukanlah sesuatu yang berbeda/terpisah dari algoritma, melainkan adalah salah satu fungsi dari sekian banyak fungsi algoritma.

Disinilah AI Singularity (Puncak dari kemampuan artifiicial intelligent) diharapkan mampu meniru cara berperilaku manusia, sehingga nanti akan kita lihat gabungan dari seluruh algoritma (melihat/berjalan/berpikir dan lain")

Algoritma AI = Algoritma Manusia (fungsi berpikir + fungsi beraksi).

Dan ketika kita bertanya kepada robot cerdas: "apakah logika itu?" maka kita tidak melihat tentang aturan, tidak mendengar penjelasan tentang aturan. Tetapi kita melihat fungsi (yang be)kerja (aktif) berlogika, bukan aturan berpikir.

Posting Komentar untuk "Logika Dan Algoritma"